Posted by: qenthank on: August 8, 2008
Menyakitkan, itulah sebuah kata yang bisa mewakilkan perasaan hati saya ketika mengunjungi acara Eksebisi (pameran) Indonesia ICT Award (INAICTA) 2008 yang bertempat di Gedung Jakarta Convention Center kemarin.
INAICTA 2008 berisi serangkaian acara yang dimulai pada bulan Maret 2008 dan berakhir pada bulan Agustus 2008. Kegiatan utama INAICTA 2008 adalah perlombaan karya dan inovasi di bidang TIK, seminar, workshop, ekshibisi, business matching program dan malam penganugerahan. INAICTA 2008 cukup istimewa karena pada perhelatan akbar komunitas TIK Indonesia ini bertepatan dengan 100 tahun peringatan Kebangkitan Nasional.
Suatu hal yang menggemberikan, ketika membaca hasil seleksi dari ratusan karya bahwa salah satu karya dari Universitas Brawijaya yang dalam hal ini di wakili oleh Fakultas Teknik yang notabene jurusan Elektro dengan judul BRAILLEVOICE (berita lainnya dapat dibaca disini) masuk menjadi nomitor dalam perhelatan akbar tersebut, dan berhak untuk memamerkan produk-produk mereka pada tanggal 7 – 8 Agustus 2008 di JCC dengan mendapat jatah satu stand untuk pameran. Tapi apa yang terjadi sodara-sodara, sampai acara di buka oleh Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika, Moh. Nuh stand tersebut masih kosong !!, bapak menteri hanya berkomentar, loh ini karyanya mana .. standnya koq kosong .. duh melas.
Ketika menjelang siang baru saya lihat kedua stand tersebut didatangi 2 makhluk orang yang saya duga adalah mahasiswa yang memiliki karya. Rekan saya, yang kebetulan alumni UB sempat berbincang-bincang dengan mereka, dari pembicaraan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, mereka ikut ajang kompetisi ini secara mandiri !! .. duh melas lagi ! kapan kampus UB mau maju !!
Pemandangan kontras terjadi di stand-stand lainnya yang notabene banyak berasal dari kalangan kampus, mereka dengan bangganya dengan kekuatan penuh menampilkan tidak hanya karyanya tapi juga “menjual kampusnya” (mudah2an hari ini masih bisa sempet memfoto standnya), bahkan ada yang jauh2 dari luar jakarta juga koq. So kenapa kampus kita tidak begitu !!! heran saya. Dan sampai bapak menteri berkata seperti diatas, buat saya adalah sebuah hal yang memalukan. Tapi whateverlah, toh semua sudah terjadi, tapi jika pola-pola seperti ini tetap dipertahankan, 5 – 10 tahun disaat kampus lain telah maju, UB ya tetep bakalan segitu-gitu aja.
Last word dari saya, salut buat adek2 dari FT (Elektro) yang tetap maju terus pantang mundur, keep the spirit
Waduh..
Ya koq melas gini.. no comment deh.
Tapi rasanya koq nelangsa yak, seperti jalan sendiri sendiri antara mahasiswa dan kampus.
Semoga realita di malang tidak seperti bayangan saya setelah membaca news ini
perasaan tuch kegiatan dapoat biaya dari fakultas dech…
waong pemberangkatannya ja bertepatan dengan aku maju ke PD 3 kok….
Kalo ngga gitu bukan Elektro Brawijaya mas.. dari dulu juga banyak kan kejadian kaya gitu.. salah satunya ya acara yang om tjokro ikut tanda tangan ituh..
*kapan part II launch :p
gak segitunya kali sampai saling tuding menuding kesalahan. yang saya amati UB sudah mengalami kemajuan yang pesat soal birokrasi untuk event-event ilmiah. memang untuk event non pimnas birokrasinya rada susah. tapi kalo mau berjuang, tetep ada kok alokasi pembiayaan soal event tersebut. jangan2 mereka aja yang males…
Ngelus dada deh..
August 8, 2008 at 5:41 pm
ngono iku jenenge Ha Ho….
ono mas mas e nang jakarta sak ketapruk gak woro-woro.
DOBOL!